
Tadaima~
(=_=') ni blog uda lama ga update karna kesibukan. tapi tak apalah...
kali ini saia mencoba sotoy menguak sedikit info tentang pendidikan di Jepang nih.
soalnya saia bener-bener heran, mereka bisa secanggih itu.. ko kita ga bisa?
(T^T)
SUDAH KITA KETAHUI~
orang Jepang itu tipikal orang pekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah.
Mungkin ini berawal dari tempat tinggal mereka, hidup di tanah yang sangat labil, dilanda ribuan gempa per tahun dan resiko tsunami di bagian pesisir menuntut mereka mau tidak mau harus berusaha untuk mempertahankan hidup. Tidak hanya itu, mereka juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dengan kondisi tersebut. Dan seperti yang kita ketahui sekarang, perilaku disiplin mereka terus menerus hingga anak cucu mereka. Intinya, kedisiplinan + kerja keras mereka memang jempolan.
dibanding Indonesia, kita sangat dimanja oleh alam, segala sumberdaya alam tersedia, ada istilah tanah kita tanah surga, tongkat kayu ditancep jadi tanaman,,loh?!
ini malah membuat kita menjadi pemalas kan, karna segala kebutuhan tersedia dan tinggal pakai. semua pengen yang Praktis. terbukti sekarang, banyak orang kita yang lebih memilih menjadi Pengemis daripada menjadi bekerja mengelap sepatu atau menjual krupuk. hayo, bener ga?
kembali ke Jepang, Walau ada kekurangannya, yaitu ketika mereka merasa sangat down hingga merasa tidak berguna lagi, atau dipermalukan, mereka akan menebusnya dengan bunuh diri atau harakiri (jaman dulu harakiri hanya sebutan bunuh diri dengan pisau yang ditusuk ke perut, sekarang makna harakiri menjadi lebih umum). Kalau bunuh diri level klan Samurai, bunuh diri disebut Seppuku yaitu merupakan salah satu adat para samurai, terutama jenderal perang pada zaman bakufu yang merobek perut mereka dan mengeluarkan usus mereka agar dapat memulihkan nama mereka atas kegagalan saat melaksanakan tugas.
(^^)v
*ingat yang diceritain sama Gun-sensei*
eee~ rada melenceng, kembali ke topik awal.
apa aja sih yang bikin otak mereka begitu canggih, padahal mereka juga makan nasi kan?
ini diantaranya loh :
1) Disiplin, mereka hidup sangat tertata dan sistematis.
misalnya mereka bekerja dikantor seharian, terus pulangnya ke klub malam untuk minum-minum. tapi besoknya mereka bisa bangun pagi-pagi buat bekerja tanpa mempengaruhi kinerjanya di kantor. hebat kan? dibandingkan kita, kalo pulang malam tidur jam 1 pagi, eh bangunnya pasti kesiangan. (T^T) payah banget!
2) Totalitas, mereka melakukan sesuatu itu all out, bekerja maksimal dan secara total.
anggap saja mereka sekolah, itu mungkin bisa dari pagi hingga sore. nah, banyak sekolah disana ada jam istirahat untuk makan siang khusus, juga untuk tidur siang (=_=') enak banget.
tapi, ketika mereka harus belajar, ya mereka belajar. kalo saatnya istirahat, ya istirahat. engga kaya kita, waktunya belajar malah otak mikir kemana-mana, ngantuk dan sebagainya. ketika otak uda full, kita ga istirahat. akhirnya, yang kita pelajari malah buyar.
3) Fokus, mereka melakukan segala sesuatu dengan konsentrasi penuh.
jadi mereka bisa dianggap dapat konsentrasi penuh dalam belajar meski berada di tengah kota yang ribut sekalipun. sedangkan kita? kadang kita malah ga bisa belajar kalo ada anak-anak yang main-main didekat kita. (~_~) konsentrasi yang payah...
4) Pemberontak (bukan konotasi negatif).
pemberontak disini diartikan sebagai tipe orang yang tidak ingin menjadi "yang biasa-biasa saja". Mereka selalu berinovasi untuk membuat "sesuatu" yang baru di segala bidang. itu memicu pola pikir mereka menjadi Manusia yang lebih Kreatif.
dan kita? hanya bisa menjadi trendfollowers yang selalu mengikuti dan melakukan apa yang sudah dilakukan orang lain. pola pikir semacam ini membuat kita menjadi "pemakai", bukan "pembuat". pada akhirnya, kita lebih konsumtif, sedangkan produktifitas kita nihil~
(T^T) menyedihkan...
Menurut data yang gw dapet, ini nih bunyinya
"Seorang prof Jepang menceritakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sama dengan kondisi Jepang di tahun 60an-70an, saat itu APK SD dan SMP di Jepang telah mencapai 95-97%, sementara APK SMA masih 50%. Yang dilakukan pemerintah Jepang bukanlah mendirikan sekolah unggul tetapi membangun sekolah-sekolah dengan fasilitas yang sama yang bisa mendidik anak-anak tanpa ada perbedaan. Yang karenanya dapat disaksikan fasilitas sekolah Jepang hampir sama dengan kualitas yang memadai proses pembelajaran.
Professor tersebut kemudian menanyakan mengapa Indonesia tidak mencoba untuk mempersiapkan pendidikan untuk semua warganya dengan kualitas yang sama seperti halnya Jepang ? Seandainya dana negara sedikit, dana itu harus dinikmati bersama oleh rakyat. Barangkali itu akan lebih baik bagi rakyat Indonesia, daripada membuat sekolah internasional."
"Tetapi tidak berarti bahwa pendidikan anak-anak Jepang tidak menginternasional, dan teknologi serta kecanggihan IT tidak mereka pahami dengan baik. Dengan bangganya kita memamerkan bahwa RSBI di Indonesia sudah memiliki ruang lab canggih, lab bahasa, pelajaran berbahasa pengantar berbahasa Inggris, sementara guru-guru di Jepang dan pemikir di Jepang mengernyitkan dahi, seperti apa gerangan pendidikan ala internasional itu ? Sebab fasilitas sekolah di Jepang diadakan karena memang itu dibutuhkan, dan mereka beranggapan bahwa fasilitas internet yang bebas akses tidak dibutuhkan di sekolah, maka tidak diadakan.""Perenungan mendalam dan rasa keberpihakan kepada anak-anak yang dididik harus kita lakukan. Bahwa pendidikan itu adalah untuk anak-anak, agar mereka menjadi manusia dewasa dan berakhlak di lingkungannya, bukan pendidikan agar negara diakui oleh negara lain sebagai negara maju, atau agar diakui sebagai anggota OECD. Juga bukan barang jualan yang harus dijual mahal kepada rakyat. Pendidikan adalah hak rakyat yang harus dipenuhi pemerintah yang didukung sepenuhnya oleh masyarakat."
*lengkapnya buka ini : http://indosdm.com/sekolah-berstandar-internasional-vs-sekolah-jepang
(T^T) parah banget~~ bener tuh kata guru Jepang,
PERMASALAHANNYA, bagaimana kita bisa menjadi seperti orang jepang yang canggih?
gampang kokk! dimulai dari diri sendiri.
hanya saja menumbuhkan keinginan untuk melakukan itu pada manusia Indonesia sangat susah,
kita harus punya motivasi, bukan sekadar keinginan tapi juga spirit, tidak hanya lisan tapi juga kita harus melakukan segala sesuatu untuk mencapai keinginan kita itu.
(^0^)/_____Ganbare!!!!
(TvT)o___walaw susah kita harus semangat!!!


Pada dasarnya,,, kemajuan sebuah negara terletak pada para pemimpin [atasan],dan seorang atasan HARUS mempunyai rasa TANGGUNG JAWAB dan KESADARAN yang besar terhadap, apa yang di pimpinya,[tp kyaknya di indonesia semua tu lom,, mencapai tingkat yang maksimal],
BalasHapus